XFI: Ketika X Factor Berubah Menjadi ‘Cuma Nonton Fatin’

“Fatin making an impact on the XF in Indonesia !”
Begitulah kicauan George Levendis melalui akun twitter-nya beberapa waktu yang lalu. Tentu saja ia sedang mengatakan bahwa Fatin’s factor, telah memberikan dampak yang besar terhadap popularitas kompetisi besutan Simon Cowell ini. Khusus di Indonesia, jangan ditanya lagi. X Factor Indonesia (XFI) sudah menjadi program acara yang dinanti-nanti sebagian besar masyarakat kita. Meskipun jam tayangnya agak kemalaman, mengingat program ini berdurasi hampir 5 jam.
Di daerah tempat tinggal saya, nonton XFI sudah tak ada bedanya dengan nonton bola. Kopi, cemilan dan ‘menabung tidur’ di siang atau sore hari adalah persiapan setiap menghadapi jumat malam. Apalagi si ‘peri kecil’ kami, Fatin Shidqia yang juga diidolakan sebagian besar penonton, sering naik panggung belakangan. Alhasil, RCTI sukses membuat kami semua nonton acara ini secara full. Strategi lama sebenarnya tapi tetep aja kita ‘kena’ hehehe.. :D.
Ada hal lucu ketika masyarakat yang menggemari suara Fatin Shidqia, seolah-olah mengganti judul acara XFI ini menjadi CNF (cuma nonton Fatin). Ini terlihat dari obrolan sehari-hari ketika menyinggung acara XFI.
Misalnya :
“Maaf ya, ntar malem nggak bisa keluar. Mau nonton acara Fatin.”
“Sekarang udah Jumat lagi ya? Begadang lagi nih nonton Fatin.”
Pernah suatu kali saat saya ke warung untuk membeli sesuatu, si bapak yang punya sedang buru-buru menutup warungnya. Ketika saya tanya kenapa ditutup, si bapaknya dengan enteng menjawab :
“Fatin udah mau main tuh.”
Saya melirik jam tangan. Hmm.. padahal masih jam delapan malam. Apa yang telah kamu lakukan pada bapak-bapak ini Fatin? :D
Tapi makin ke sini, saya pribadi mulai mengikuti XFI secara full dengan ikhlas. Saya mulai ingin melihat penampilan semua peserta. Mencoba menganalisa kelebihan dan kekurangan masing-masing peserta. Tentunya itu berdasarkan pendengaran saya sendiri sebagai penikmat musik yang awam. Meskipun saya penyuka warna suara Fatin Shidqia, tapi si karate kid ini tidak luput dari catatan kekurangan dari saya. Meskipun pada akhirnya saya tetap menyerah dengan warna suaranya yang sudah mengendap ke dalam sel-sel otak saya.. ya semacam zat metilon lah hehehe.
Kalau dilihat secara keseluruhan, format acara X factor ini memang jauh lebih menarik dibanding acara sejenis termasuk Indonesian idol terdahulu. XFI lebih gegap gempita terlepas dari faktor ‘F’ (Fatin’s Factor) yang ada di dalamnya. Jumlah viewer video masing-masing peserta juga lebih bergairah ketimbang Indonesian Idol dulu. Belum lagi kehadiran para juri sekaligus mentor yang mumpuni macam Anggun, Rossa, Ahmad Dhani dan Bebi Romeo ( urutan penyebutan juri bukan berdasarkan tingkat kehebatannya ya :D ). Semakin lengkap rasanya dengan panggung mewah, lampu sorot yang mamukau, para dancer dan tentu saja mas Oni dan teman-temannya. Oh ya satu lagi si penguasa ring, Robby Purba.
Harapan saya, seperti kata Ahmad Dhani, semoga acara ini dapat menjadi ‘propaganda’ untuk menyelamatkan selera musik masyarakat Indonesia. Dan tentu saja alumni-alumni X factor nanti diharapkan bisa berkarir dan tetap eksis bukan saja di Indonesia tapi juga mancanegara.
Indonesia bisya! bisya!

@Bluescreen2013
@OrangMars
@FatinSL
@mynameisrossa
@Fatinistic
@XFactor_ID
Dukung Fatin via sms dengan mengetik : FATIN kirim ke 9288

Sumber :
http://hiburan.kompasiana.com/musik/2013/03/12/xfi-ketika-x-factor-berubah-menjadi-cuma-nonton-fatin-536276.html

Komentar